DREAM IN REAL

macam-macam teknologi kedokteran

Posted on: 04UTC24UTC12bUTCThu, 04 Dec 2008 08:57:24 +0000 4, 2008

  • ESWL (Extracorporeal Short Wave Lithotripsy)

Merupakan sebuah alat modern yang dapat mengetahui letak batu saluran kemih secara tepat dan menghancurkannya dengan gelombang kejut tanpa harus dilakukan operasi. Alat ini merupakan yang pertama di Pekanbaru. Dengan dioperasionalkan oleh dokter Spesialis Bedah Saluran Kemih yang berpengalaman dan perawat yang terampil, ESWL yang terdapat diklinik Urologi menjadi layanan andalan RS Awal Bros Pekanbaru.

  • HEMODIALISA (CUCI DARAH)

Alat Hemodialisa yang dimiliki RS Awal Bros adalah Fresenius Medical Care 4008 B. Kelebihan dari alat ini antara lain :

Pump masih berada dalam keadaan aktif selama 30 menit, meskipun aliran listrik terputus.

  • Dialiser Polisulfon yang berfungsi mencegah timbulnya alergi.
  • Cairan Dialiser yang dipergunakan adalah Bicarbonat .

Dengan jumlah mesin Hemodialisa sebanyak 3 buah, dapat digunakan untuk pasien infeksi dan non infeksi dimana proses sterilisasi menggunakan bahan cyto steril.

INSTALASI RAWAT DARURAT (IRD)

Merupakan pelayanan Kegawatan & Kecelakaan yang buka 24 jam. Dengan letak yang mudah dicapai dari luar karena memiliki pintu masuk terpisah dan berhubungan dengan penunjang diagnostik yang juga siaga 24 jam, semua pasien yang datang ke Unit Gawat Darurat akan dilayani dengan cepat oleh para dokter serta perawat yang trampil.

KAMAR OPERASI

Kamar Operasi (Operating Theatres tersedia 3 unit, dengan peralatan yang terbaru akan dilayani dengan cepat oleh para dokter serta perawat yang trampil. Kebersihan dan kenyamanan serta kesterilan kamar bedah benar-benar menjadi perhatian kami. Ini dilakukan untuk menekan angka infeksi nosokomial yang terjadi di kamar bedah. Semua kamar bedah dilengkapi dengan AVA filter, sentral O2, sentral N2O dan sentral suction

LAPARASCOPY

Adalah tindakan pembedahan dimana pasien tidak perlu lagi  dibelah perutnya tetapi cukup melalui lubang kecil untuk memasukkan kabel yang dilengkapi dengan scope/lensa untuk melihat organ dalam tubuh pasien, sehingga dokter bisa bekerja atau menggunting/mengangkat jaringan tubuh/tumor   /batu melalui alat tersebut dengan memperhatikan monitor komputer tanpa tangan dokter menyentuh organ tubuh pasien bagian dalam.

RUANG PERAWATAN ICU/ICCU

Coronary Care Unit (ICCU) 4 bed unit, Intensive Care Unit 8 bed unit dan Intermediat Care 4 bed unit, Neonatal Intensive Care Unit tersedia 4 unit serta Day Surgery Center 6 bed unit.

Ruangan ICU ( intensive care unit ) 8 tempat tidur dan ICCU ( intensive cardiac care unit ) sebanyak 4 tempat tidur, sedangkan IMC ( Intermediete Care Unit ) sebanyak 4 tempat tidur. Selain itu RS Awal Bros juga memiliki ruangan NICU ( Neonatal Intensive Care Unit ) untuk pasien bayi dan PICU (Paediatric Intensive Care Unit ) untuk pasien anak.

Dengan peralatan yang canggih seperti monitor EKG (khusus ICU/ICCU dengan sistem sentral), syringe pump, infus pump, oksigen dan suction sentral, alat intubasi, matras decubitus serta ventilator yang dilengkapi dengan monitor untuk dewasa dan anak-anak (khusus ICU/ICCU), kamar perawatan intensive dijaga oleh perawat yang mahir serta dapat diandalkan untuk menangani kasus yang memerlukan penanganan intensive.

UNIT MEDICAL CHECK UP

Hidup sehat adalah dambaan setiap orang. Pemeriksaan kesehatan ( Medical Check Up ) secara teratur merupakan salah satu cara untuk mengetahui kondisi kesehatan kita. Deteksi penyakit secara dini dapat membantu menentukan penanganan secara cepat dan tepat sehingga mencegah berjalannya penyakit kearah kronisitas dan terjadinya kegawatan. Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum Check Up sehingga pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan tingkat usia, kebutuhan dan aktivitas Anda.

RS Awal Bros menyediakan berbagai paket Medical Check Up :

  • MCU Kesehatan Pelajar, Anak
  • MCU Kesehatan Pranikah, Ibu
  • MCU Khusus Cardiovasculer
  • MCU Executive; Silver, Gold, Platinum

Unit Medical Check Up RS Awal Bros juga siap melayani jenis-jenis pemeriksaan lainnya di luar paket tersebut diatas.

KLINIK KECANTIKAN & PERAWATAN GIGI

Klinik ini akan membantu Anda yang memiliki masalah gigi, yaitu :

  • gigi-gigi tidak rapi
  • gigi-gigi rahang atas lebih maju
  • gigi-gigi rahang bawah lebih maju
  • diantara gigi-gigi terdapat celah ( spacing )
  • gigitan terbuka ( open bite )
  • gigi-gigi dan bentuk muka asimetris

KLINIK KEBIDANAN & PENYAKIT KANDUNGAN

Kegiatan rutin yang dilakukan mencakup :

  • Pemeriksaan kehamilan

Pemeriksaan dan pengobatan penyakit kandungan seperti keputihan, infeksi, tumor dan lain-lain.
Pemeriksaan dan pengobatan kemandulan (infertilitas) seperti analisa sperma, hormon wanita, hidrotubasi, dan inseminasi.
Pemeriksaan darah terhadap TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalo virus dan Herpes Simplex) yang dapat menyebabkan keguguran atau cacat bawaan pada bayi dalam kandungan.
Pemeriksaan USG ( ultra sono graphy ) yaitu suatu cara pemeriksaan yang invasif, praktis dan tidak berbahaya bagi bayi dalam kandungan. Alat ini mampu mengetahui usia kehamilan, kehamilan di luar rahim, kehamilan kembar, hamil anggur (mola hidatidosa) cacat bawaan, keadaan dan letak plasenta. Dalam bidang penyakit kandungan USG dapat menemukan tumor, infeksi, letak IUD, dll. Pada kasus kemandulan alat USG dapat mendeteksi perkembangan sel telur dalam indung telur sehingga saat subur seorang wanita dapat ditentukan dengan lebih tepat.
Pemeriksaan Pap’s Smear untuk menemukan kanker leher rahim pada tingkat dini. Pemeriksaan dilakukan dengan cara mengambil sedikit jaringan dari mulut rahim menggunakan alat lalu diusapkan pada kaca benda dan dikirim ke laboratorium.

Pemeriksaan Pap’s Smear tidak menimbulkan rasa nyeri, dimulai saat wanita sudah menikah, diulangi setiap tahun, tidak sedang haid dan tiga hari sebelumnya tidak lakukan sanggama.

Paket Persalinan terdiri :

  • Normal dengan atau tanpa Painless Labour (melahirkan tanpa rasa nyeri)
  • Normal + Sterilisasi (MOW)
  • Dengan Tindakan
  • Dengan Operasi (Sectio Caesaria)
  • Dengan Operasi + MOW


MELAHIRKAN TANPA RASA NYERI (PAINLESS LABOR)

Saat ini Rumah Sakit Awal Bros dapat melayani ibu-ibu melahirkan tanpa rasa nyeri. Cara persalinan tanpa rasa nyeri ini dilakukan dengan suntikan epidural. Dokter ahli bius yang terlatih akan menusukkan sebuah jarum kecil diantara tulang belakang di daerah pinggang, dan sesudahnya sebuah slang kecil dipasangkan, kemudian jarum dicabut. Melalui slang ini dimasukan obat yang berfugsi menghambat penyaluran rasa nyeri melalui urat syaraf ke otak.

Tindakan tersebut diatas membuat calon ibu tidak akan merasakan nyeri lagi mulai dari daerah pinggang ke bawah. Calon ibu akan tetap sadar tetapi sama sekali tidak merasakan sakit akibat kontraksi rahim.

SENAM HAMIL & PIJAT BAYI

Senam hamil sangat dianjurkan terutama bagi calon ibu yang mengandung anak pertama atau ibu-ibu yang pernah mengalami kesulitan pada saat proses persalinan sebelumnya. Senam hamil dapat dimulai pada usia kehamilan tujuh bulan sampai menjelang persalinan.

RS AWAL BROS menyelenggarakan senam hamil setiap hari Sabtu pukul 09.00 wib sampai selesai. Pada setiap pertemuan ibu hamil juga akan mendapatkan ceramah kesehatan dari para ahli mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan perawatan bayi seperti menu sehat untuk ibu hamil, perubahan pada ibu hamil, cara-cara merawat bayi serta cara merawat bayi.

PERAWATAN

RUANG PERAWATAN

Kapasitas RS Awal Bros secara keseluruhan 250 tempat tidur. Saat ini yang digunakan 174 tempat tidur dengan rincian terdiri dari President Suite, Junior President Suite, VIP , Kelas I(2 tempat tidur), Kelas 2(3 tempat tidur), Kelas 3(6 tempat tidur), Infant, Isolasi dan Perinatologi

  • Unit Gawat Darurat
  • Poliklinik
  • Unit Medical Check Up
  • Ruang Perawatan Umum
  • Ruang perawatan ICU/ICCU/NICU/PICU
  • Ruang perawatan Khusus Kebidanan
  • Kamar Bersalin
  • Kamar bayi yang sangat nyaman dan representative yang dirancang sedemikian rupa sehingga mendapat sinar matahari pagi
  • Hemodialisa
  • Unit Penunjang Diagnostik meliputi Laboratorium, Radiologi, Fisiotherapi, Treadmill, USG biasa dan USG Doppler serta Endoscopy.
  • ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)

FASILITAS KAMAR

Setiap kamar dilengkapi dengan kamar mandi di dalam dengan air panas dan air dingin, Air Conditioner, lantai yang dilapisi Vinyl, sentral oksigen dan sentral suction. Selain kelas 3, setiap kamar dilengkapi dengan televisi. Khusus kamar VIP Grand, Junior President Suite dan President suite dilengkapi sofa yang bisa menjadi tempat tidur penunggu serta lemari pendingin. Semua kamar mandi dilapisi Vinyl.

POLIKLINIK (Rawat Jalan)

Rawat Jalan RS Awal Bros terdiri seluruh spesialisasi, buka dari pagi pukul 09.00 hingga malam hari. Anda tidak perlu menunda untuk datang ke dokter ahli, dan anda dapat membuat perjanjian dengan bagian Admission Telp 47333 ext 1800.

Klinik spesialis terdiri dari :

Klinik Anak, Klinik Penyakit Dalam, Klinik Saraf, Klinik Bedah, Klinik Bedah Mulut, Klinik Bedah Tulang, Klinik Bedah Urologi, Klinik Kebidanan dan Kandungan, Klinik Penyakit Jantung, Klinik Paru, Klinik Penyakit Mata, Klinik THT, Klinik Penyakit Kulit dan Kecantikan, Klinik Gigi dan Kecantikan Gigi, Klinik Akupunctur serta Klinik Dokter Umum. Jumlah kunjungan perhari rata-rata 200 pasien.

PENUNJANG DIAGNOSTIK

LABORATORIUM MEDIK

Unit Laboratorium RS Awal Bros memiliki fasilitas canggih seperti Otomatis Kimia Klinik: Vitros 250, alat pemeriksaaan Imunologi Mini Vidas dan alat pemeriksaan Hemostasis (Pembekuan darah) FibrinTimer, Sysmex Kx 21, Elektrolit Analyzer serta Blood Gas Analyzer.

RADIOLOGI

Unit Radiologi RS Awal Bros yang buka 24 jam memiliki alat X-Ray, USG ( Ultra Sono Graphy ) Doppler, Flouroscopy, Panoramic, CT Scan ( Computerized Tomography Scanning ) dan ESWL( Extracorporal Short Wave Lithotripsy).

MS CT SCAN(Multi slice CT SCAN) 4 Slice

CT Scan ( Computerized Tomography Scanning ) type Helical merupakan alat yang mampu mendeteksi kelainan-kelainan organ di seluruh tubuh baik di kepala, dada, perut serta anggota tubuh pasien dengan cepat dan tingkat akurasi yang tinggi.

Dengan alat ini dapat diketahui kelainan-kelainan yang tidak dapat dideteksi oleh alat rontgen biasa ataupun USG, seperti tumor otak ataupun tumor hati.

Pendeteksian sedini mungkin akan memperbesar kemungkinan penyembuhan penyakit. Hal tersebut membuat banyak rumah sakit yang berada di Riau, menunjuk RS Awal Bros sebagai rumah sakit rujukan untuk pemeriksaan menggunakan alat CT Scan ini.

  • PANORAMIC

Pemeriksaan gigi secara keseluruhan untuk melihat adanya kelainan gigi, dimana bila ronsen gigi hanya melihat satu gigi yang difoto. Kegunaannya untuk pemasangan kawat gigi bila diperlukan, atau foto untuk tambal atau cabut gigi sedangkan waktu yang diperlukan untuk pemeriksaan hanya sepuluh detik.

USG DOPPLER

Selain memiliki USG biasa, RS Awal Bros juga mempunyai USG colour Doppler, untuk pemeriksaan Ultrasound Vascular Arteri Carotis, pemeriksaan Echocardiography.

Kelebihan alat ini dibandingkan dengan USG biasa adalah alat ini mampu mendeteksi kelainan-kelainan organ abdomen serta analisa vasculernya kelainan jantung yang merupakan kelainan bawaan, penyakit jantung rematik, penyakit jantung koroner, mendeteksi organ-organ lain seperti Thyroid, Mamma (payudara), Scrotum, Prostat, Kandungan dan kelainan-kelainan pembuluh darah. Masing-masing organ tersebut diperiksa dengan probe (alat deteksi) yang khusus untuk organ-organ tersebut.

TREADMILL

Treadmill merupakan alat uji latih jantung dengan beban untuk melihat perubahan rekaman EKG saat jalan/lari, sehingga dapat diketahui penyempitan pembuluh darah koroner yang menyebabkan nyeri dada, adanya gangguan irama jantung serta dapat mengetahui jenis olah raga yang aman bagi seseorang.

PENUNJANG DIAGNOSTIK LAIN
ELEKTROCARDIOGRAPGY (EKG)

Adalah alat rekam jantung untuk mengetahui bagaimana aktifitas listrik jantung pasien

ECHOCARDIOGRAPHY

Merupakan alat untuk memeriksa apakah ada kelainan pada organ jantung berupa adanya :

penebalan dinding jantung
pembesaran rongga-rongga jantung
penyempitan atau kebocoran katup jantung
gangguan gerakan otot jantung akibat penyempitan pembuluh darah jantung
gangguan fungsi pompa jantung
kelainan jantung bawaan
kelainan jantung rematik dll.

  • ELECTROENCHEPHALOGRAPHY (EEG)

Merupakan alat untuk merekam aktifitas listrik pada otak manusia sehingga kelainan yang terjadi seputar listrik pada otak dapat terdeteksi dengan akurat.

  • AUDIOMETRY

Adalah alat untuk mengetahui kelainan pada pendengaran. Dengan alat ini akan diketahui terganggu atau tidaknya pendengaran seseorang serta dimana letak gangguan tersebut

  • ENDOSCOPY

Merupakan klinik yang banyak diminati oleh pasien dikarenakan kegunaannya sebagai alat bantu diagnosa sekaligus sebagai alat untuk teraphy. Selain untuk Gastroscopy dan Kolonoscopy, klinik ini juga dapat melakukan Sclerosing pada pasien hemoroid.

Hasil pemeriksaan didokumentasikan dalam bentuk CD sehingg7a pasien dapat melihat ulang proses tindakan Endoscopy yang dilakukan.

SPIROMETRI

Respiratory Function Laboratory, merupakan pemeriksaan kekeuatan pengembangan paru serta penyumbatan pada saluran pernafasan yang diakibatkan Asthma atau penyakit paru obstruksi kronis.

FISIOTERAPHY

Merupakan layanan yang buka Senin-Sabtu pada pukul 08.00 – 21.00 WIB dan khusus hari Minggu/libur buka pukul 08.00-14.00. Kelengkapan alat yang dimiliki seperti Infra Red Radiation, Short Wave Diathermy, Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation, Ultra Sound serta Traksi. Dengan lengkapnya alat ditunjang oleh waktu layanan yang panjang serta fisoterapis yang andal dan dokter spesialis Rehabilitasi Medis menjadikan layanan fisioterapi adalah layanan yang diminati oleh masyarakat Pekanbaru. Rata-rata tindakan sebanyak 70 perhari.

INSTALASI FARMASI (APOTEK)

Didukung tenaga profesional yang mampu melayani resep obat dalam waktu paling lama 15 menit Instalasi Farmasi RS Awal Bros melayani anda dalam 24 jam, baik untuk emergency maupun pasien rawat inap.

PENDIDIKAN & PELATIHAN

Rumah Sakit Awal Bros, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, telah menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan secara Internal maupun Eksternal. Pelatihan internal diberikan kepada seluruh karyawan dengan tujuan memberikan pengenalan yang mendalam tentang rumah sakit itu sendiri, juga agar karyawan memahami dengan baik hal-hal yang berkaitan dengan kepuasan konsumen ( consumer satisfaction ). Disamping pelatihan dengan materi yang bersifat umum karyawan juga mendapatkan materi pelatihan khusus yang sesuai dengan bidang kerja masing-masing. Para pengajar adalah tenaga ahli yang ada di RS Awal Bros, tetapi seringkali juga didatangkan dari luar kota ataupun luar negeri (Malaka).

Pelatihan Eksternal umumnya berupa pelatihan profesi untuk para dokter dan perawat. Beberapa pelatihan yang pernah dilakukan adalah Pendidikan Kardiologi Dasar, Pendidikan ICU, PPGD, dan magang kerja di RS Mitra Bekasi, RS Mitra Kemayoran, RS Bintaro Internasional serta di RS Pantai Ayer Keroh Malaka.

KOMPUTERISASI

Untuk mempercepat pelayanan administrasi, sejak awal berdirinya rumah sakit telah dilengkapi dengan sistem komputerisasi jaringan / LAN ( L ocal Area Network ).

Langkah ini diambil untuk mempermudah pengaksesan informasi satu bagian di bagian lain dalam rumah sakit sehingga pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien dapat diberikan secara cepat, tepat dan akurat. Hasil Laboratorium, Radiology telah dapat dilihat langsung oleh dokternya di jaringan komputer sehingga mempercepat penerimaan hasil penunjang pemeriksaan.

Ultrasonografi

Teknologi Foursight (4D) imaging menghasilkan gambar
yang lebih detail, realtime, serta memberikan gambar
yang lebih jelas, untuk pemeriksaan :

  • Kandungan 4 Dimensi
  • USG Jantung Dewasa & Anak
  • Pembuluh Darah
  • Ginekologi dan Prostat
  • Saluran Cerna, Ginjal, Liver
  • Payudara

Bedah Kepala Leher XI

Penggunaan Miniplate pada Penatalaksanaan Fraktur Maxilofacial

Print this articleEmail this article to friend

SIMPOSIA Edisi Agustus 2007 (Vol.7 No.1), oleh andra


Begitu banyak struktur penting di daerah wajah, maka penatalaksanaan trauma maksilofacial perlu terus dikembangkan guna mencapai hasil yang memuaskan baik dari segi kosmetik maupun perbaikan fungsi.

Wajah adalah ikon seseorang. Lewat wajah, karakter sese­orang dapat dikenali, sebab wajah mengandung banyak arti.  Karena wajah disusun dari beragam tulang belulang. Tulang-tulang wajah terdiri dari mandibula, maksila, zigoma, nasal dan otot-ototnya. Apabila suatu kejadian kecelakaan menyebabkan suatu jejas di daerah wajah yang menyebabkan patah tulang wajah (fraktur maxilofacial), maka dapat dipastikan bentuk wajah akan berubah menjadi kurang proporsional.

Cacat pada wajah bukan sekadar mengganggu penampilan. Tapi, lebih dari itu karena di daerah wajah juga banyak struktur penting, maka trauma maxilofacial juga berhubungan dengan gangguan penglihatan, ganguan bicara, gangguan menelan, gangguan jalan nafas, sampai cedera otak. Begitu banyak struktur pen­ting di daerah wajah inilah, maka penatalaksanaan trauma maksilofacial perlu terus dikembangkan guna mencapai hasil yang memuaskan baik dari segi kosmetik maupun perbaikan fungsi.

Hal demikian terungkap dalam simposium dan workshop Bedah Kepala Leher XI dengan tema “Management of Maxilofacial Fractures” di ruang Soetojo SMF Ilmu Bedah RSUD. Dr. Soetomo, Surabaya, 2-4 Juni lalu.

Dalam event tersebut,  Prof. dr. Sunarto Reksoprawiro, SpB(Onk) memaparkan data penelitian retrospektif tahun 2001-2005 pada penderita yang dirawat di SMF Ilmu Bedah RSU DR. Soetomo, Surabaya. Dari data penelitian itu menunjukan bah­wa kejadian trauma maxilofacial sekitar 6% dari seluruh trauma yang ditangani oleh SMF Ilmu Bedah RS Dr. Soetomo. Kejadian fraktur mandibula dan maksila terbanyak diantara 2 tulang lainnya, yaitu masing-masing sebesar 29,85%, disusul fraktur zigoma 27,64% dan fraktur nasal 12,66%. Penderita fraktur maksilofacial ini terbanyak pada laki-laki usia produktif, yaitu usia 21-30 tahun, sekitar 64,38% disertai cedera di tempat lain, dan trauma penyerta terbanyak adalah cedera otak ringan sampai berat, sekitar 56%. Penyebab terbanyak adalah kecelakaan lalu lintas dan sebagian besar adalah pengendara sepeda motor.

Penatalaksanaan penderita fraktur maxilofacial dengan cara terapi pembedahan. Terapi ini dimaksudkan untuk me­ngatasi morbiditas yang terjadi, seperti cacat tulang muka (dishface deformity); deformitas hidung (deviasi kelateral atau kedalam/ pesek); obstruksi duktus na­so­crimalis yang menyebabkan epiphora (mata berair); destruksi nervus olfactorius menyebabkan anosmia (kehilangan pembauan); kelainan mata bisa diplopia (penglihatan ganda), enopathalmus (mata masuk ke dalam), perubahan dari garis pupil kedua mata (mata tidak simetris), sampai kebutaan; maloklusi (salah sambung); dysaesthesia oleh karena gangguan nervus infra orbitalis dan nervus alveolaris superior. Terapi fraktur maxilofacial perlu memperha­tikan pengembalian oklu­si yang baik serta mo­bilisasi lebih awal se­hingga perbaikan fung­si bisa terjadi le­bih cepat.

Teknologi pembedahan dari ta­hun ke tahun terus berkembang. Se­be­lum tahun 1968, ope­rasi pa­da fraktur maksi­lofasial hanya dila­kukan fiksasi menggunakan wi­ring saja, de­ngan segala kerugian akibat imobilisasi intermaksiler de­ngan kawat. Tapi setelah 1968, dimulai prosedur operasi yang berbeda dengan berbagai cara untuk mencapai osteosintesis yang lebih stabil, de­ngan memperhatikan reposisi seana­tomis mungkin, pengembalian fungsi yang baik, fiksasi komplet dan stabil, tidak menimbulkan nyeri pada waktu mobilisasi tulang  yang patah, tidak merusak struktur saraf, serta menggunakan pendekatan intraoral agar kosmetik baik.

Di bagian Bedah Kepala Leher RSU Dr. Soetomo, seperti dijelaskan oleh dr. Urip Murtedjo, SpB,  prosedur terapi fraktur maxilofacial masih menggunakan metode wire (suspensi kawat) yang diperkenalkan oleh Lesney sejak tahun 1953 melalui pendekatan ekstra oral. Akan tetapi kini mulai diperkenalkan metode miniplate champy yang salah satu keuntungannya adalah tidak memerlukan pemasangan arch bar (interdental wiring) karena sudah cukup stabil dan pendekatannya selalu intraoral sehingga dari segi kosmetik tetap baik. Hanya saja metode  miniplate ini harganya masih relatif mahal.

Menurut dr. Urip, penggunaan miniplate untuk fiksasi fraktur maxilofacial secara teknis lebih mudah dikerjakan karena kemampuan plate untuk mengikuti kelengkungan tulang maupun garis fraktur (malleable). Dengan pemasangan plate yang baik dapat dihindari terjadinya maloklusi seperti yang banyak terjadi pada penggunaan wire (kawat). Peneli­tian Cawood menunjukkan bahwa kemampuan membuka mulut lebih baik pada pasien fraktur mandibula yang dilakukan platting daripada pasien yang menggunakan wire (ka­wat), sehingga pasien tersebut tidak terlalu ba­nyak mengalami pe­nurunan berat badan. Perkembangan plate yang tebalnya 2,7 mm dan 2 mm telah dikembangkan menjadi miniplate yang tebalnya 1 mm dan 0,8 mm sampai akhirnya lebih tipis yakni microplate (0,5 mm). Bahan plate juga mengalami per­kem­ba­ng­an dari semula stainless stell selanjutnya dibuat dari vitalium dan akhir­nya titanium yang memiliki bioviability pa­ling tinggi sehingga tidak perlu dilakukan pe­ng­angkatan. Dikembangkan pula suatu ba­han yang dapat diabsorbsi yaitu asam poliglikolat. Microplate ini sangat baik untuk tulang dengan perlindungan jari­ng­an yang tipis, dan untuk fiksasi bone graft. Dengan menggunakan metode miniplate ini hasil pembedahan lebih stabil, penyembuhan tulang secara primer terjadi lebih cepat karena miniplate merupakan rigid internal fixation sehingga memiliki efek kompresi, menurunkan angka kom­pli­kasi, dan dari segi kosmetik cukup baik.

Satu lagi yang ditambahkan oleh dr. Urip bahwa meskipun metode platting ini memiliki banyak sekali keunggulan, na­mun ada beberapa kondisi dimana meto­de ini kontraindikasi untuk dila­kukan, yaitu pada fraktur dengan luka kontaminasi, fraktur yang sangat komunitif, bila jaringan lunak di sekitarnya tidak dapat menutup fraktur, dan fraktur patologis, juga ada beberapa daerah di wajah yang memang sebaiknya menggunakan wire.

Kendati teknologi bedah memberi hasil yang baik, pencegahan trauma merupakan langkah yang bijak. Pengendara motor yang berisiko tinggi terjadi trauma hendaknya lebih memperhatikan keselamatan, terutama dibagian kepala. Dari suatu penelitian, disimpulkan bahwa ter­nyata tidak ada perbedaan berarti pada frekuensi kejadian trauma maksilofacial sebelum dan sesudah era wajib helm. Hal ini kemungkinan disebabkan karena masih sangat sedikit pengendara sepeda motor yang  mengenakan helm dengan benar. Oleh karena itu, peran serta pe­merintah sangat diperlukan untuk memaksimalkan upaya preventif, sedangkan kuratifnya kita serahkan pada ahli bedah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: